Mastikna Nang Njerone Langka Wong Mudik, Ganjar Nganti Ditilalaih Menek Bak Trek


GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengecek posko penyekatan pemudik di Jembatan Timbang Ajibarang, Banyumas.

Bahkan, ketika melakukan proses pengecekan, Ganjar memanjat ke bak truk untuk memastikan ada penumpang gelap atau tidak. Salah satu truk tertutup terpal diberhentikan, sopir diminta membuka muatannya.

Sejumlah truk yang lewat kemudian dihentikan dan diperiksa. Truk boks muatan paket maupun truk muatan barang bertutup terpal semua diperiksa muatannya. Sopir diminta turun dan membuka bak muatannya.“Ini isinya beras pak, bukan orang,” kata salah satu sopir tersebut.

Namun Ganjar tak percaya begitu saja pengakuan sopir truk tersebut, dia meminta sopir membuka bak truk yang ditutup terpal itu. Setelah terbuka, Ganjar langsung memanjat bak truk tersebut dan melihat bagian dalam. “Halo, ada orang di dalam,” teriak Ganjar.

Setelah dipastikan tidak ada orang, Ganjar kemudian turun. Ia mengucapkan terima kasih kepada sopir dan mempersilakan melanjutkan perjalanan.

Menurutnya, modus truk muatan barang digunakan untuk mengangkut penumpang sudah terjadi. Ia meminta petugas melakukan pengecekan agar hal itu bisa diantisipasi.

“Kita ngecek saja, karena beberapa kemarin itu ada modus, truk barang tapi isinya orang. Jangan sampai terjadi seperti itu, karena itu membahayakan, maka saya minta dicek,” ucapnya.


Truk Angkut Orang

Truk pengangkut motor yang bawa pemudik diamankan polisi di Tangerang. Truk pengangkut (towing) sepeda motor itu juga membawa 10 pemudik pada Operasi Ketupat larangan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat malam (7/5).

Sebanyak 10 orang pemudik itu ditemukan oleh petugas saat bersembunyi di tengah-tengah bagian truk bersama dengan kendaraan yang diangkutnya.

Kasat PJR Tol Tangerang-Merak Korlantas Polri, AKP Deny Catur Wardana saat dikonfirmasi di Tangerang, Sabtu membenarkan bahwa adanya pengamanan terhadap 10 pemudik nekat tersebut.

"Ya betul, Ada 10 orang pemudik tujuan Pandeglang yang rencananya mau turun di Serang," katanya.

Ia menjelaskan dari ke 10 penumpang pada truk towing motor tersebut diketahui berangkat dari Jakarta yang hendak mudik ke kampung halamannya di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

"Modus mereka naik di belakang dengan bersembunyi di tengah-tengah. Pada saat diperiksa ada orang yang duduk berjejer dan kemudian diarahkan untuk keluar oleh petugas," ujarnya.

Kemudian, setelah itu, petugas di lapangan membawa para penumpang ke posko untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan di tes swab antigen dan hasilnya negatif. "Langsung di swab antigen hasil semua negatif," ujarnya.

Dengan adanya kejadian itu, kata dia, pihaknya melakukan tindakan tegas penilangan kepada pengemudi truk pengangkut atau towing sepeda motor yang sesuai dengan pasal 303 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tentang pelanggaran mobil barang mengangkut orang.

"Untuk kendaraan kita tilang. Karena membawa yang tidak sesuai peruntukannya," kata dia.

Belum ada Komentar untuk "Mastikna Nang Njerone Langka Wong Mudik, Ganjar Nganti Ditilalaih Menek Bak Trek"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel